65337edw3u

Leave Your Message

Kebijakan subsidi Jerman mendukung penggunaan produk refrigeran alami, dan pompa panas R290 memiliki potensi pengembangan yang luar biasa.

Tanggal 13 Agustus 2024

Pada 1 Januari 2023, langkah-langkah dukungan dana federal baru untuk bangunan hijau dan hemat energi di Jerman resmi berlaku. Dana ini dirancang untuk menyediakan subsidi bagi peningkatan sistem pemanas di lingkungan gedung. Pompa Panas Produk yang memenuhi syarat untuk subsidi ini harus memiliki nilai COP 2,7 atau lebih dan diisi dengan zat kerja alami.


Menurut perhitungan Kantor Federal Ekonomi dan Pengendalian Ekspor Jerman, subsidi ini merupakan 40% dari biaya pembelian produk pompa kalor oleh konsumen, termasuk subsidi dasar sebesar 25%, subsidi sebesar 5% untuk penggunaan bahan baku alami, dan subsidi sebesar 5% untuk sumber panas berupa air permukaan atau limbah. Namun, kedua subsidi untuk bahan baku alami dan sumber panas tersebut tidak bersifat kumulatif. Hal ini menyiratkan bahwa jika Pompa Panas produk yang dibeli konsumen tidak menggunakan bahan alami dan sumber panasnya bukan air permukaan atau limbah, mereka tidak akan dapat memperoleh subsidi yang ditawarkan oleh pemerintah Jerman ini.


Saat ini, bahan baku utama yang digunakan dalam peralatan pompa kalor residensial di Eropa adalah R290. Dengan penerapan kebijakan subsidi ini, produk pompa kalor yang menggunakan R290 akan dipromosikan secara luas.


d6f9c5a8-b55d-4200-976d-7b8ead31a6f4-305


Faktanya, sejak merebaknya krisis energi, permintaan produk pompa kalor di Jerman, bahkan di pasar Eropa, telah melonjak. Asosiasi Industri Pompa Kalori Jerman memperkirakan 230.000 unit pompa kalor baru akan dipasang pada tahun 2022 dan 350.000 unit pada tahun 2023, menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 52%. Laporan yang dirilis oleh Badan Energi Internasional (IEA) menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun 2022, penjualan pompa kalor di beberapa negara anggota Uni Eropa meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021. Penjualan tahunan pompa kalor di negara-negara Uni Eropa diperkirakan akan mencapai 7 juta unit pada tahun 2023, dan total kapasitas terpasang pompa kalor global bahkan diproyeksikan mencapai 2,6 miliar kilowatt-jam. Pada saat itu, proporsi pompa kalor dalam sistem pemanas bangunan global akan mencapai 20%.


Kumpulan data dari IEA ini tidak hanya menanamkan keyakinan dalam pengembangan pasar pompa panas tetapi juga, dengan peningkatan ukuran pasar pompa panas secara keseluruhan, penerapan R290 dalam pompa panas akan meraih peluang pengembangan yang besar.


Standar juga telah mendorong penerapan R290 dalam industri pompa kalor. Pada Mei 2022, IEC menyatakan di situs web resminya bahwa draf IEC 60335-2-40 ED7 "Persyaratan Khusus untuk Pompa Kalor, AC, dan Dehumidifier" telah disetujui dengan suara bulat. Ini berarti peningkatan batas jumlah pengisian R290 dan refrigeran mudah terbakar lainnya pada AC rumah tangga, pompa kalor, dan dehumidifier telah disetujui dengan suara bulat dalam standar IEC. Pada 21 Mei 2022, Subkomite Komponen Utama untuk Peralatan Rumah Tangga dari Komite Teknis Nasional untuk Standardisasi Peralatan Rumah Tangga memimpin revisi standar "Motor-Kompresor Tertutup Kedap Udara untuk Pemanas Air Pompa Kalor Rumah Tangga dan Sejenisnya". Draf lengkap untuk meminta pendapat standar ini telah diterbitkan dan saat ini sedang dalam tahap persetujuan. Diketahui bahwa perubahan terbesar dalam revisi standar ini adalah revisi ruang lingkup aplikasi, penambahan refrigeran R290, dll.


Tidak sulit untuk melihat bahwa, baik di tingkat kebijakan maupun standar, promosi penerapan R290 dalam produk pompa kalor telah menjadi tren yang tak terelakkan. Didorong oleh hal ini, perusahaan-perusahaan besar juga telah secara aktif memposisikan diri di pasar ini.


Pada Mostra Convegno Expocomfort (MCE) 2022 di Milan, Italia, HEEALARX INDSTRY LIMITED secara mencolok memamerkan serangkaian produk pompa panas rumah tangga yang menggunakan R290, menarik perhatian tinggi dari banyak pelaku industri. Dilaporkan bahwa sejak tahun 2020, HEEALARX telah mulai gencar mengembangkan produk mesin pemanas lantai pompa panas yang menggunakan R290 sebagai refrigeran.


Pada CHILLVENTA 2022 di Jerman, untuk memenuhi kebutuhan pemanas pompa panas di kawasan Nordik, GMCC&Welling menciptakan solusi pompa panas R290. Solusi ini memiliki suhu penguapan hanya -35℃, rasio kompresi hingga 17, dan suhu kondensasi maksimum hingga 83℃. Melalui teknologi inovatif untuk mengoptimalkan motor, kipas, dan pompa sirkulasi, solusi ini menghasilkan peningkatan kinerja dalam hal efisiensi, keandalan, dan pengurangan kebisingan.


Untuk berintegrasi ke pasar Australia, Phnix telah meluncurkan produk pompa kalor sumber udara R290 seri Everest, yang menggabungkan berbagai fitur unggulan dan mewakili teknologi pompa kalor Phnix tercanggih saat ini. Diumumkan bahwa ErP (Energy-related Products) seri Everst Phnix mencapai A+++, dan SCOP (Seasonal Coefficient of Performance) mencapai 5,20.


Sementara itu, di Tiongkok, sejak paruh kedua tahun 2022, berbagai provinsi dan kota telah berturut-turut merilis rencana implementasi puncak karbon, yang semuanya menekankan promosi produk seperti pompa kalor. Hal ini akan memberikan dorongan lebih lanjut bagi penerapan R290 di bidang pompa kalor rumah tangga. Pada saat yang sama, R290 juga dengan cepat memperluas jangkauannya di bidang peralatan rumah tangga seperti AC rumah tangga, dehumidifier, pembuat es, dan pengering pompa kalor.


Musim semi R290 telah tiba.